This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 17 Januari 2014

Monokotil



Assalamu'alaykum....
Selamat siang sobat-sobat semua. Kali ini, Ratna mau posting salah satu materi pelajaran, yakni mengenai tumbuhan Monokotil. Semoga bermanfaat bagi sobat yang membaca :)


        

Tumbuhan Monokotil adalah tumbuhan berbiji tertutup/tumbuhan biji berkeping satu yang mempunyai biji tunggal.


Ciri-ciri tumbuhan monokotil :
1.    Sistem akarnya serabut.
2.   Bentuk tulang daunnya melengkung dan sejajar.
3.   Memiliki tudung akar/kaliptra.
4.   Memiliki satu buah keeping biji.
5.   Tidak terdapat cambium.
6.   Memiliki kelopak bunga yang kelipatan 3.
7.   Ruas-ruas batang terlihat jelas.
8.   Daun berupih dengan letak daun yang berseling.

Tumbuhan monokotil terbagi menjadi beberapa suku, yaitu:
1.    Graminae (suku rumput-rumputan)
Ciri-ciri suku ini adalah daun berbentuk pita, tulang daun sejajar dan melekat langsung pada batang, batang agak berongga, berakar serabut, bunganya berbentuk bulir, mudah terbang jika tertiup angin. Contoh tumbuhan : Jagung, Padi, Gandum, Tebu, dan Bambu Betung.

2.   Musaceae (Suku Pisang-pisangan)
Ciri-ciri suku ini adalah daunnya berpelepah, batang merupakan batang semu, bunga merupakan bunga mejemuk yang berupa karangan, serta ada yang berkelamin satu dan ada yang berkelamin banyak. Contoh tumbuhan : Pisang emas, Pisang ambon, Pisang kulit tipis, dan Pisang Raja.

3.   Palmae (Suku Pinang-Pinangan)
Ciri-ciri suku ini adalah daun yang menyirip atau berbentuk kipas, batang tidak bercabang, berakar serabut, bunga merupakan tongkol atau karangan yang terletak pada ketiak daun atau ujung daun, dan biasanya hidup berumpun. Contoh tumbuhan : Kelapa, Sagu, dan enau.

4.   Zingiberaceae (Suku Jahe-jahean)
Ciri-ciri suku ini adalah pelepah daun yang memeluk batang, batangnya tumbuh dari rimpang, bunga mengandung sel kelamin jantan dan betina, serta kelopaknya berbentuk tabung. Contoh tumbuhan : Jahe, Kunyit, Kencur, Laos, Temulawak, dll.

5.   Orchidaceae (Suku Anggreak-anggrekan)
Ciri-ciri suku ini adalah mempunyai daun yang bertepi rata dan berdaging dengan letak berseling dua baris, berakar rimpang, pangkal batang menggembung sebagai penyimpan cadangan air, dan dalam satu bunga mengandung sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Contoh tumbuhan : Berbagai anggrek hias.

Minggu, 12 Januari 2014

Alia Bhatt




Biodata Alia Bhatt :)
Nama : Alia Bhatt
Lahir : Mumbai, Maharashtra, India, 15 Maret 1993
Orangtua : Mahesh Bhatt dan Soni Razdan
Pekerjaan : ACtrees, Model

    Alia Bhatt adalah seorang actrees dan model Bollywood. Alia membuat debut aktingnya pada film “Student Of The Year” pada tahun 2012, yang sukses menarik hati para penonton. Dalam film “Student Of The Year”, Alia beradu acting dengan actor tampan Varun Dhawan dan Siddharth Malhotra. Alia pertama kali bermain film pada tahun 1999, dalam film Sangharsh yang dibintangi Akshay Kumar dan Preity Zinta.

Dalam film “Student Of The Year” kemampuan acting Alia patut diancungkan jempol. Ini dia komentar-komentar dari para film critic Bollywood mengenai acting Alia dalam film SOTY…

"Alia's role is reminiscent of Kareena Kapoor in Kabhi Khushi Kabhie Gham. Stylish, classy, born with a silver spoon, she's someone who loves to flaunt not just her clothes and bags, but also her riches. Extremely photogenic, Alia makes a super-confident debut. In fact, all three, Siddharth, Varun and Alia, are here to stay! –Taran Adarsh
"The leading lady, Shanaya, played by Alia Bhatt, carries Hermes bags. She's like Poo from Kabhi Khushi Kabhie Gham but without the killer attitude. Shanaya is substituting her lack of family ties with designer labels. The boys are also given simplistic backstories to explain why they are the way there are” –Anupama Chopra
"After meeting Alia Bhatt, I came away with an unexpected feeling. Interviewing her was more like having a conversation with a gal pal. She's what one wishes every celebrity was – carefree and relaxed. There's no mincing of words with her and certainly no diplomacy. Maybe it's because she's all of 20 years. Or maybe she gets it from her father, Mahesh Bhatt. Either way, she's a delight. Though there has been a surge of young actors over the past years, only a few have managed to make a mark. Alia is definitely one of them. That too, with just her debut film, Student of the Year (SOTY). But she's under no delusions. She knows she has a long way to go and is willing to work her 'ass off'" –Raedita Tandon

        Setelah sukses dalam debut filmnya, banyak tawaran iklan yang diterima oleh Alia. Beberapa diantaranya adalah brand terkenal dunia. Seperti, Coca Cola dan Garnier.



Wajah cantik Alia banyak muncul di berbagai cover majalah di India.





Filmography :
·        Sangharsh (1999)
·        Student Of The Year (2012)
·        Highway (2014)
·        2 States (2014)
·        Humpty Sharma Ki Dulhaniya (2014)                                                 




Rabu, 22 Mei 2013

Kisah orang shalih dan gajah yang menakjubkan


Abu Abdillah al-Qalanisi dalam sebuah perjalanannya dengan mengendarai perahu. Tiba-tiba angin kencang menggoncangkan perahu yang ditumpanginya. Seluruh penumpang berdoa dengan khusyu’ demi keselamatan mereka dan mengucapkan sebuah nadzar.
Para penumpang berkata kepada Abu Abdillah, “Masing-masing kami telah berjanji kepada Allah dan bernadzar agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kami. Maka hendaknya kamu juga bernadzar dan bersumpah kepada Allah.” Dia menjawab, “Aku ini orang yang tidak perduli dengan dunia, aku tidak perlu bernadzar.”
Tetapi mereka memaksaku. Lalu aku bersumpah, “Demi Allah, sekiranya Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkanku dari musibah yang menimpaku maka aku tidak akan makan daging gajah.”
Mereka bertanya, “Apakah boleh bernadzar seperti itu? Apakah ada orang yang mau makan daging gajah.?” Aku menjawab, “Itulah pilihanku, semoga Allah memberi ganjaran atas lisanku yang mengucapkan kata-kata itu.”
Benar, tidak lama kemudian kapal itu pecah.
Para penumpang terdampar di sebuah pantai. Berhari-hari kami berada di pantai tersebut tanpa makan sesuatu pun.
Ketika kami sedang duduk-duduk beristirahat, ada anak gajah lewat di depan kami. Mereka menangkap anak gajah tersebut, menyembelih lalu memakannya. Mereka menawariku makan seperti mereka. Aku menjawab, “Aku telah bernadzar dan bersumpah kepada Allah untuk tidak makan daging gajah.”
Mereka mengajukan alasan, bahwa aku dalam keadaan terpaksa, sehingga dibolehkan untuk membatalkannya. Aku menolak alasan mereka, aku tetap memenuhi sumpahku. Setelah makan, mereka merasa kenyang lalu tidur.
Pada saat mereka tidur, induk gajah datang mencari anaknya, ia berjalan mengikuti jejak anaknya sambil mengendus-endus. Hingga akhirnya ia menemukan potongan tulang anaknya.
Induk gajah itu pun sampai di tempat istirahat kami, aku memperhatikannya. Satu orang demi satu orang dia ciumi, setiap kali ia mencium bau daging anaknya pada orang itu, maka orang itu diinjak dengan kaki atau tangannya sampai mati. Kini mereka semua telah mati.
Tiba saatnya induk gajah mendekatiku, ia menciumku tapi tidak mendapatkan bau daging anaknya pada diriku. Lalu ia menggerakkan tubuh bagian belakangnya, ia memberi isyarat, kemudian mengangkat ekor dan kakinya.
Dari gerakan tubuh gajah itu aku mengerti bahwa ia menghendaki agar aku menungganginya. Lalu aku naik, duduk di atasnya. Ia memberi isyarat agar aku duduk dengan tenang di atas punggungnya yang empuk. Ia membawaku berlari kencang sehingga malam itu juga aku tiba di sebuah perkebunan yang banyak pepohonan. Ia memberi isyarat agar aku turun dengan bantuan kakinya, maka aku pun turun. Kemudian ia berlari lebih kencang dari pada saat ia membawaku tadi.
Di pagi hari, aku menyaksikan di sekilingku hamparan sawah, perkebunan dan sekelompok orang. Orang-orang tersebut membawaku ke rumah kepala suku. Juru bicara suku itu memintaku berbicara. Kemudian aku ceritakan tentang diriku dan kejadian yang dialami sekelompok orang dan rombongan dalam perahuku.
Juru bicara itu bertanya kepadaku, “Tahukah kamu berapa jauh jarak perjalananmu dengan seekor gajah itu.?” Aku jawab, “Tidak tahu!” Ia menjawab, “Sejauh perjalanan selama 8 hari! Sementara Gajah itu membawamu lari hanya dalam satu malam.”
Selanjutnya aku diperkenankan tinggal bersama mereka di desa tersebut sehingga aku mendapat pekerjaan. Setelah itu aku pulang ke kampungku.

Sumber : Kisahislam.net

Abu Uqail... Meninggal dengan jari menunjuk ke langit


Dari Ja’far bin Abdillah bin Aslam berkata, “Tatkala peperangan Yamamah berlangsung dan kaum muslimin berada di tengah medan perang, orang yang pertama kali mendapat luka adalah Abu Uqail. Dia terkena panah pada bagian antara kedua bahu dan dadanya namun tidak meninggal dunia. Kemudian panah itu dicabut sehingga pada siang hari tangan kirinya terasa lemah. Kemudian ia dibawa ke dalam kemah.
Ketika peperangan semakin memanas, umat Islam tampak mengalami kekalahan serta mulai melewati batas yang diten-tukan, sementara itu Abu Uqail dalam kondisi lemah karena luka, tiba-tiba ia mendengar Ma’n bin Addy menyeru, ‘Wahai kaum Anshar, mohonlah pertolongan kepada Allah, mohonlah pertolongan kepada Allah, seranglah musuhmu!’
Ibnu Umar berkata, “Setelah mendengar seruan itu Abu Uqail berdiri untuk menemui kaumnya. Maka aku bertanya, ‘Apa yang kamu inginkan? Kamu tidak wajib menyerang!’
Abu Uqail menjawab, ‘Tadi ada seseorang memanggil namaku.’
Aku katakan kepadanya, ‘Orang yang memanggil itu mengatakan, ‘Wahai orang-orang Anshar, bukan memanggil wahai orang-orang yang terluka!’
Abu Uqail berkata, ‘Aku termasuk salah satu orang Anshar, oleh karena itu aku harus menyambut seruannya sekalipun dengan merangkak.’
Kemudian Abu Uqail memakai ikat sabuknya dan mengambil pedang dengan tangan kanannya seraya menyeru, ‘Wahai kaum Anshar, seranglah musuh sebagaimana dalam perang Hunain! Bersatulah kamu sekalian semoga Allah melimpahkan rahmatNya kepadamu. Majulah ke medan perang sebab kaum muslimin itu bersembunyi sekedar memperdayakan musuh, giringlah musuhmu sehingga masuk ke dalam kebun kemudian kamu membaur dengan mereka dan pedang-pedang kalian memenggal mereka.’
Aku perhatikan bagian-bagian tubuh Abu Uqail ternyata tangannya yang terluka telah lepas dari bahunya dan jatuh di medan peperangan. Pada tubuhnya terdapat 14 luka yang menyebabkan ia meninggal dunia. Saat itu musuh Allah, Musailamah telah terbunuh.
Aku berada di sisi Abu Uqail ketika dia menghembuskan nafas yang terakhir. Aku memanggil namanya, ‘Wahai Abu Uqail! Dia menjawab, ‘Labbaik -dengan terbata-bata- siapa yang kalah?’ Aku menjawab, ‘Bergembiralah, musuh Allah telah terbunuh.’ Kemudian ia menunjuk ke langit dengan jarinya sambil memuji Allah lalu meninggal dunia. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya.” (Masyari’ul Asywaq Ila Mashari’il ‘Isyaq, 1/509.)

Sumber : Kisahislam.net

Muhammad bin Wasi’ : Panutan Dalam Pelajaran Ikhlas


Seorang pembesar bernama Malik bin Al Mundzir pernah mengundangnya.”Terimalah jabatan sebagai Qadhi!”. Tetapi Muhammad bin Wasi’ menolak, tapi Malik tetap membujuknya dan berkata,”Kamu harus mau menjabat sebagai Qadhi, jika tidak aku akan mencambukmu sebanyak tigaratus kali!”. Muhammad bin Wasi’ mengatakan,”Jika engkau lakukan, engkau orang yang semena-mena. Sungguh,hina di dunia lebih baik daripada hina di akhirat”.
Hammad bin Zaid berkata,”Ada orang berkata kepada Muhammad bin Wasi’,”Berikanlah wasiat untukku!”. Beliau menjawab ; ”Aku wasiatkan kepadamu agar engkau menjadi raja di dunia dan akhirat”. Orang itu bertanya,”Bagaimanakah caranya?”.Muhammad bin Wasi’ menjelaskan,”Bersikaplah zuhud terhadap dunia”.
Sulaiman At Taimi berkata : “Aku tidak pernah melihat orang yang khusyu’nya melebihi Muhammad bin Wasi’”
Hazm Al Qath’i berkata,”Muhammad bin Wasi’ berkata menjelang wafatnya,”Wahai saudara-saudara,tahukah kalian kemana aku akan dibawa pergi? Demi Allah, ke neraka kecuali Allah memberikan ampunan untukku”
Muhammad bin Wasi’ jika ditanya,”Apa kabar anda pagi ini?”. Beliau menjawab,”Ajalku dekat, angan-anganku masih panjang sementara amalanku buruk”
Muhammad bin Wasi’ berkata ,”Sungguh, ada seseorang sering menangis selama duapuluh tahun dan istrinya yang selalu didekatnya tidak pernah tahu”.

Sumber : Kisahislam.net

Kisah lelaki yang diberi pahala atas niatnya yang baik


Imam Al-Bukhari Rahimahullah (III/290) berkata, “Kami mendapattkan riwayat dari Abul Yaman, dari Syu’aib, dari Abu Az-­Zannad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
“Seorang lelaki berkata, ‘Aku akan memberikan sedekah pada malam ini’. Lalu, dia keluar membawa sedekahnya dan meletakkannya di tangan seorang wanita pezina. Orang-orang saling membicarakannya, ‘Tadi malam, seorang wanita pezina mendapatkan sedekah’. Lelaki itu mengucap, ‘Ya Allah, hanya bagi-Mu segala puji! Sedekahku jatuh pada wanita pezina. Aku akan bersedekah lagi’.
Dia keluar membawa sedekahnya lagi dan meletak­kannya di tangan orang kaya. Keesokan harinya orang-orang membicarakan, Sedekah diberikan kepada orang kaya’. Orang itu mengucap, ‘Ya Allah, hanya bagi-Mu segala puji! Sedekahku jatuh pada orang kaya. Aku akan bersedekah lagi’.
Dia pun keluar dengan membawa sedekah dan meletakkannya ditangan pencuri. Esoknya orang-orang membicarakan, ‘Sedekah diberikan kepada pencuri’. Orang itu mengucap, ‘Ya Allah, hanya bagi-Mu segala puji! Sedekahku ternyata jatuh pada wanita pezina, pada orang kaya, dan pada pencuri’.
Lalu, dia didatangi dan dikatakan kepadanya, ‘Sedekahmu benar-benar telah diterima. Boleh jadi wanita pezina itu akan menghentikan perbuatan zinanya karena sedekahmu. Orang kaya (yang diberi sedekah) bisa mengambil pelajaran dan mau memberikan sebagian apa yang telah dianu­gerahkan oleh Allah kepadanya. Mungkin saja, pencuri menghentikan perbuatan mencurinya karena sedekahmu’.” [Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim, kitab az-Zakat (VII/110)
Sumber: Kisah Karomah Para Wali Allah, Penerbit Darul Falah, Hal.27

Selama ikhlas, Pasti ada dampaknya


Syaikh Al-Arify pernah bercerita dalam kajian di channel Al-Khalijiyyah, berjudul Al-Jahlu bi Ad-Diin (kebodohan akan perkara agama). Suatu hari beliau diundang ceramah di suatu kampus di Timur Tengah. Beliau pun menjawabnya dan datang di waktu yang tepatnya ditentukan.
Ternyata, kelakuan para hadirin, yaitu para mahasiswa kampus tersebut, mengecewakan beliau. Tersebab ketika beliau menjajakan ilmu bermanfaat, banyak dari mereka saling ‘berkicau’. Adab majelis hilang. Sebagian hadirin pun perhatiannya sungguh kurang. Syaikh Al-Arify pulang dengan kekecewaan. Ia merasa belum pernah ada kajian seburuk itu dan berharap tak terulang. Namun, beliau berusaha meredam kekecewaan dan mendoakan yang terbaik.
Setahun kemudian, beliau ditelepon oleh pihak kampus. Mereka hendak lagi mengundang beliau untuk mengisi kajian. Mendengar nama kampus tersebut, beliau merasa menjawabnya tidak harus. Namun, bagaimanapun ia tidak bisa mencari alasan untuk kabur dari permintaan.
Beliau pun setuju. Dengan perasaan beda dan berharap para hadirin lebih tahu malu.
Dan rupanya mereka masih saja begitu. Mengecewakan seolah adab majelis telah dicabut dari jiwa-jiwa mereka. Syaikh Al-Arify hendak pulang kembali dengan kekecewaan yang bertalu-talu. Namun, seorang mahasiswa mencegahnya seraya berkata:
“Wahai, Syaikh, antum di tahun lalu menganjurkan kami untuk selalu shalat malam!”
Syaikh menjawab, “Na’am!”
“Wahai Syaikh, ketahuilah, demi Allah, saya adalah yang memperhatikan kalimat Anda di kajian tahun lalu. Dan mulai malam itu, selama setahun penuh hingga sekarang, saya tidak pernah luput melakukan shalat malam!”
Syaikh Al-Arify berusaha menahan keterkejutan dan kegembiraannya.
======================
Teringat perkataan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimiin -rahimahullah- yang saya baca di kitab Syarh Al-Arba’iin An-Nawawiyyah:
فلا تحزن أيها الداعي إلى الله إذا لم تقبل دعوتك، فإذا أدّيت ما يجب عليك فقد برئت الذمة والحساب على الله تعالى،
ولكن اعلم أنك إذا قلت حقاً تريد به وجه الله فلابد أن يؤثر، حتى لو رد أمامك فلابد أن يؤثر، والله الموفق
“Maka, janganlah engkau sedih wahai dai menuju jalan Allah, jika dakwahmu belum diterima! Jika engkau telah menunaikan apa yang wajib bagimu, maka lepaslah bebanmu. Hitungan kemudian adalah urusan Allah Ta’ala.
Tetapi KETAHUILAH, bahwasanya engkau, jika engkau berucap suatu kebenaran yang kau inginkan dengannya wajah Allah, maka PASTI akan membekas [memberi dampak], MESKIPUN orang di depanmu secara nyata menentangmu. Ia pasti akan membekas. Dan Allah lah yang Memberi Taufiq!” [Syarh Al-Arba'iin An-Nawawiyyah, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, hal. 153]
Dan itu bisa Anda terapkan di status-status Anda, ataupun blog Anda, untuk dunia maya. Tidak mesti orang yang menerima kalimat Anda atau terbekas di hatinya akannya, mengatakan dan mengakuinya. Biarlah Allah yang mencatatnya. Tidak harus kita ketahui siapa-siapa; karena tugas kita perihal kebenaran: menyampaikannya.
Wallahu al-muwaffiq!

Sumber : Kisahislam.net

3 Idiots


       3 Idiots adalah film Bollywood tahun 2009 yang bergenre Drama Komedi. Film ini disutradarai oleh Rajkumar Hirani dan diproduksi oleh Vidhu Vinod Chopra. Skenario dari film ini ditulis oleh Abhijat Joshi. 3 Idiots diadaptasi dari novel Chetan Bagat yaitu Five Point Someone. Dibintangi oleh aktor dan aktris Bollywood papan atas yakni, Aamir Khan, Kareena Kapoor, R.Madhavan, Sharman Joshi,  Omi Vaidya, Parikesit Sahni dan Boman Irani. Saat setelah dirilis, film ini memecahkan rekor opening box office records di India. Dalam waktu sepuluh hari dirilis, film ini mencapai pendapatan 100 crore (US $ 18 juta). 3 idiots juga memecahkan berbagai rekor di India.3 Idiots telah menjadi film Bollywood terlaris tertinggi sepanjang masa di India,  memecahkan rekor sebelumnya yang ditetapkan oleh Ghajini yang juga dibintangi Aamir Khan. Film ini juga menjadi salah satu film India yang sukses besar di pasar Asia Timur seperti China,  sehingga total penghasilan dari luar negeri sebesar US $ 25 juta, yang tertinggi-dan film Bollywood terlaris sepanjang masa di pasar luar negeri.
       Film ini menceritakan tentang 3 orang sahabat yakni, Farhan Qureshi (R. Madhavan), Raju Rastogi (Sharman Joshi) and Ranchhoddas "Rancho" Shamaldas Chhanchad (Aamir Khan). Mereka bertiga adalah mahasiswa di Imperial College of Engineering (ICE),yang tinggal sekamar karena Mereka bertiga harus tinggal di asrama sekolah itu selama menempuh pendidikan di kampus itu. Farhan belajar "engineer" untuk mengejar cita-cita ayahnya , dibanding mengejar keinginannya menjadi fotografer. Dan Raju belajar demi mengeluarkan keluarganya dari kemiskinan. Sedangkan Rancho belajar karena dirinya sendiri, Rancho percaya bahwa seseorang harus mengikuti kemampuannya jangan takut tidak gagal, karena keberhasilan akan mengurus dirinya sendiri jika mengikuti kemampuan.
       Namun, pemahaman Rancho yang berbeda ini diejek oleh presiden dari perguruan tinggi, Profesor Viru "Virus" Sahastrabuddhe (Boman Irani). Murid kesayangannya virus, Chatur "Peredam" Ramalingam (Omi Vaidya), percaya dalam menghafal tanpa berpikir lebih memahami untuk mencapai tujuannya. Raju, yang awalnya kesal dengan metode Rancho, akhirnya memilih Chatur dan berharap bisa lebih baik, di mana ia menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Untuk  menolong Raju, Rancho menyabot sebuah pidato Chatur yang telah ditulis untuk pidato, di mana Menteri Pendidikan dan Presiden perguruan tinggi hadir dengan banyak siswa. Chatur, dengan kurangn pengetahuan dalam bahasa Hindi, tanpa berpikir dan hanya menghafal menjadikan dirinya bahan tertawaan saat Chatur menyampaikan pidato. Chatur merasa sangat dihina dan hatinya didorong untuk balas dendam, dia bersumpah balas dendam dan taruhan bahwa dia akan menjadi lebih sukses dengan metodenya ketimbang Rancho. 
       Sementara itu, ayah Raju yang lumpuh terkena serangan jantung, ia diselamatkan oleh Rancho dan Pia (Kareena Kapoor), putrinya Virus.  Hal ini membuat Raju benar-benar berubah pikiran tentang Rancho dan menjadi teman baik bersama dengan Farhan. Rancho jatuh cinta dengan Pia, dan Pia membalasnya cintanya. Virus pun Marah dengan persahabatan dan pemikiran 3 idiots, Virus terus mencoba untuk memecah persahabatan Rancho dengan Farhan dan Raju. Namun, mereka tetap bersama. Empat tahun kemudian mereka bertiga mabuk masuk ke rumah Virus pada malam hari, Itu semua demi Rancho yang ingin menyatakan cintanya kepada Pia, sayangnya Virus tahu. Keesokan harinya, Virus mengeluarkan Raju dari kampus itu, kecuali Raju membuat Rancho yang dikeluarkan. Tidak ingin mengkhianati temannya atau dikecewakan keluarganya, Raju mencoba bunuh diri dan berakhir dalam keadaan koma. Dengan dua bulan perawatan ekstensif dari ibunya, Rancho, Farhan, dan Pia, akhirnya Raju sadar dari komanya, dan dengan demikian ia membuang rasa takutnya terhadap masa depan. Ia pun mencoba melamar di suatu perusahaan. Keterusterangannya mengesankan agen perusahaan selama wawancara pekerjaan dan mereka mempekerjakan Raju. Farhan, termotivasi oleh teman-temannya, Ia meyakinkan orangtuanya untuk memungkinkan dia untuk putus sekolah dan menjadi fotografer satwa liar, yang telah menjadi mimpinya
        Karena merasa martabatnya hancur dan marah lantaran Raju mendapat pekerjaan akhirnya Virus mengatur siasat untuk membuat Raju gagal. Virus membuat soal ujian untuk menghancurkan Raju. Supaya Raju gagal dalam ujian.  Apabila ia gagal, ia tidak bisa bekerja di perusahaan itu. Pia memberitahukan siasat Virus ke Rancho. Rancho dan Farhan berusaha mencuri soal itu dan akhirnya tertangkap oleh Virus. Rancho diusir dan dikeluarkan dari Kampus. Hal itu membuat Pia marah, Pia pun pergi dari rumah ke rumah sakit tempatnya bekerja. Saat itu juga kakak Pia yang tengah hamil, Mona (Mona Singh) merasa ingin melahirkan. Karena badai Mona tidak bisa dibawa ke rumah sakit. Akhirnya Mona ditolong oleh Rancho, Farhan, dan Raju serta mahasiswa lainnya. Mona melahirkan bayi lewat bantuan vacuum Cleaner  dan Pia lewat webcam. Namun bayi yang dilahirkan mona tidak menangis, tapi setelah mendengar kata "All is Well" bayi itu sadar. Pada akhirnya Virus damai dengan Rancho. Rancho pun menjadi "Student Of the Year"
       

Senin, 20 Mei 2013

Dekho na


yeh sajish hain bundo kee, koyee khwahish hain chup chup see  (2x)
dekho naa, dekho naa  (2x)
hawa kuchh haule haule, juban se kya kuchh bole
kyon duree hain abb darmaya, (dekho naa, dekho naa  2x)

phir naa hawaye hogee itanee besharam
phir naa dag mag dag mag honge yeh kadam
ha sawan yeh sidha nahee khufia bada
kuchh toh baraste huye keh raha, (samjho naa samjho naa  2x)
hawa kuchh haule haule, juban se kya kuchh bole
kyon duree hain abb darmaya, (dekho naa, dekho naa  2x)

jugnu jaise chahat dekho jale mujhe
mithee see mushkil hain koyee kya kare
hmm hontho kee arjee aaise thukrao naa
sanso kee marjee ko jhuthalao naa
chhu lo naa, chhu lo naa, chhu lo naa chhu lo
hawa kuchh haule haule, juban se kya kuchh bole
kyon duree hain abb darmaya, dekho naa, dekho naa
dekho naa hmm hmm....
hmm hmm hmm dekho
 

Chanda Chamke



(chanda chamke cham cham, chikhe chaukanna chor
chitee chate chinee chatoree chinikhor)  (2x)
kitna mushkil yeh gana jara gake dikhana
chanda chinee chamke chate chaukanna chikhe chor
chanda chamke cham cham chikhe chaukanna chor
chitee chhatee chinee chatoree chinikhor

(khadaksingh ke khadakne se khadaktee hain khidkiya
khidkiyo ke khadakne se khadakta hain khadaksingh)  (2x)
kitna mushkil yeh gana jara gake dikhana
khadak khadak ke khadake khidkee, khadaksingh kaa khadke jor
(chanda chamke cham cham, chikhe chaukanna chor
chitee chate chinee chatoree chinikhor)  (2x)

pakke ped par paka papita, paka ped ya paka papita
pake ped ko pakde pinku, pinku pakde paka papita
pakke ped par paka papita, pakda pinki paki kaa kapda
kapda ha ha ha..........
pakke ped par paka papita, paka ped ya paka papita
pake ped ko pakde pinku, pinku pakde paka papita
kitna mushkil yeh gana jara gake dikhana
pakke ped par paka papita, paka ped ya paka papita
pake ped ko pakde pinku, pinku pakde paka papita
(chanda chamke cham cham, chikhe chaukanna chor
chitee chate chinee chatoree chinikhor)  (2x)
kitna mushkil yeh gana jara gake dikhana
chanda chinee chamke chate chaukanna chikhe chor
chanda chamke cham cham chikhe chaukanna chor
chitee chhatee chinee chatoree chinikhor
 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More